ummihirzi@gmail.com

ummihirzi@gmail.com
Isi blog ini adalah makalah yang pernah saya buat dan presentasikan di IKA FK Unand, juga artikel kesehatan yang sudah dimuat di kolom Opini Media Lokal/Regional.

Mengenai Saya

Foto saya
Lahir di Bireuen, Aceh, tanggal 05 September 1977. Alumni FK Universitas Syiah Kuala Aceh. Dan telah memperoleh gelar Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Aktif sebagai pengurus IDAI Aceh, IDI Aceh Besar, Anggota Komunitas Rhesus Negatif Aceh dan sebagai Konselor Menyusui juga Ketua Aceh Peduli ASI (APA)...

Kamis, 25 Juli 2013

Pendapat Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang isu ‘anti imunisasi’



Sebagai organisasi profesi dokter spesialis anak satu satunya di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia perlu memberikan pendapatnya terhadap isu yang menentang imunisasi, sebagai berikut :
1. Imunisasi saat ini telah terbukti secara ilmiah sahih bermanfaat mencegah berbagai penyakit berat di Indonesia dan global.
2. Imunisasi adalah program nasional, sesuai tercantum dalam Undang Undang Republik Indonesia No. 36, pasal 130, tahun 2009 tentang kesehatan yang menyatakan pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak. Oleh karena itu sudah sepantasnya setiap warga negara Indonesia mendukung program tersebut.
3. Apabila ada orang atau kelompok yang menentang pemberian imunisasi, berarti ada 2 kemungkinan:
a. Yang bersangkutan mempunyai bukti ilmiah terbaru, atau
b. Yang bersangkutan telah menghalangi program pemerintah
4. Agar masalah tidak berkepanjangan, maka pemerintah sebagai pemilik program nasional memanggil orang/kelompok tersebut untuk memberikan klarifikasi atas pendapatnya.
a. Bila pendapatya tersebut memang didukung bukti ilmiah sahih terbaru, maka pemerintah bersama tim ahli perlu mengkaji kembali apa yang menjadi kebijakkan selama ini untuk disesuaikan dengan temuan ilmiah sahih terakhir.
b. Bila pernyataan tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan secara bukti ilmiah sahih, berarti yang bersangkutan telah menghalangi program pemerintah yang berdampak kepada kesehatan anak Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Masalah ini perlu segera diselesaikan karena akan membuat keresahan masyarakat dan ketidaknyamanan praktisi kesehatan menjalankan tugasnya.
Jakarta, 01 Maret 2012
Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia
Dr. Badriul Hegar, PhD, SpA(K)
Ketua Umum
Dr. Sudung O. Pardede, SpA(K)
Sekretaris Umum

Sabtu, 18 Mei 2013

RHINITIS ALERGIKA


Rhinitis alergika merupakan gangguan fungsi hidung terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung yang diperantarai oleh IgE. Walaupun rhinitis alergika bukanlah penyakit berat, namun dapat berdampak pada kehidupan sosial, menurunkan kinerja sekolah dan kualitas hidup dan biaya yang besar. Gejala rhinitis alergika dapat dicetuskan oleh beberapa faktor. Selanjutnya bisa didownload di sini.

Rhinitis


Rhinitis atau dikenal juga sebagai common cold, coryza, cold atau selesma adalah salah satu penyakit infeksi saluran nafas atas tersering pada anak. Anak-anak lebih sering mengalami rhinitis dibandingkan dewasa. Rata-rata mereka mengalami rhinitis 6-8 kali per tahun, sedangkan orang dewasa 2-4 kali per tahun. Penyakit ini merupakan penyebab terbanyak anak tidak masuk sekolah. Infeksi ini terjadi secara akut, dapat sembuh spontan. Selanjutnya bisa didownload di sini.

Senin, 06 Mei 2013

PERANAN ORANG TUA DALAM PENANGGULANGAN ASMA ANAK


Peranan orang tua dalam penanggulangan penyakit asma pada anak sangat penting malah jauh lebih penting daripada peranan dokter. Peranan orang tua berupa identifikasi dan pengendalian pencetus serangan asma dan hal-hal yang dapat memberatkan asma, menyediakan obat dan pemberian obat dengan waktu, cara dan lamanya tepat, mengenal tanda awal serangan asma dan memburuknya asma, mengetahui kapan harus membawa anaknya ke dokter, rumah sakit, atau segera membawa anaknya ke instalasi gawat darurat, menjaga kesehatan pada umumnya dan kesehatan alat nafas pada khususnya, membina suasana keluarga dan memantau kemajua atau kemunduran keadaan asma anaknya. 
Download versi lengklapnya disini

Rabu, 12 Desember 2012

PHLYCTENULARIS KERATOCONJUNCTIVITIS DUE TO TUBERCULOSIS IN CHILDREN


Tuberculosis (TB) remains a mayor health problem in South-East Asian region and ranks high in the list of causes of morbidity and mortality. Indonesia has the highest TB infection rate in the world. TB is a disease caused by the acid-fast bacillus (AFB) Mycobacterium tuberculosis. TB usually affect the lungs (pulmonary TB) but it can also affect any other part of the body (extrapulmonary TB). Extrapulmonary TB constitutes 10% of total TB. TB can cause a wide variety of ophthalmic findings, ranging from the ocular surface through the optic nerve and to the Central Nervous System.
For full document, download here

Sabtu, 08 Desember 2012

Pengamatan Jangka Panjang Perubahan Tingkah Laku Pasien Pubertas Prekoks Sentral


Pubertas prekok adalah munculnya tanda-tanda seks sekunder sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki. Pubertas prekok terdiri atas pubertas prekok sentral yang terjadi akibat aktivasi dini aksis hipotalamus-hipofisis gonad (gonadotropin-dependent precocious puberty), dan pubertas prekok perifer yang disebabkan oleh stimulasi hormon steroid seks (gonadotropin-independent precocious puberty). Kejadian pubertas prekok pada anak perempuan ditemukan 5-10 kali lipat dibandingkan anak laki-laki dan sebanyak 90% idiopatik.
Selanjutnya silakan download disini

Tertarik dengan kegiatan dan layanan informasi yang kami berikan?
Anda dapat memperoleh informasi terbaru melalui email.