ummihirzi@gmail.com

ummihirzi@gmail.com
Isi blog ini adalah makalah yang pernah saya buat dan presentasikan di IKA FK Unand, juga artikel kesehatan yang sudah dimuat di kolom Opini Media Lokal/Regional.

Mengenai Saya

Foto saya
Lahir di Bireuen, Aceh, tanggal 05 September 1977. Alumni FK Universitas Syiah Kuala Aceh. Dan telah memperoleh gelar Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Aktif sebagai pengurus IDAI Aceh, IDI Aceh Besar, Anggota Komunitas Rhesus Negatif Aceh dan sebagai Konselor Menyusui juga Ketua Aceh Peduli ASI (APA)...

Minggu, 24 Maret 2019

Mengenal Epilepsi


Setiap tanggal 26 Maret, dunia memperingati Purple Day yakni sebuah gerakan global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai epilepsi.. Tujuan peringatan ini setiap tahunnya adalah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang penyakit epilepsi, dan bahwa epilepsi bukanlah suatu aib bagi keluarga. Bukan merupakan penyakit menular ataupun suatu kutukan bagi si pasien dan keluarganya. Epilepsi dalam bahasa awam sering disebut penyakit ayan, sawan atau gila babi. Banyak yang menganggap epilepsi adalah penyakit keturunan bahkan menular dengan bentuk serangan kejang kaku kelojotan disertai keluarnya buih dari mulut. Padahal, tidak semua serangan epilepsi bermanifestasi dalam bentuk kejang.

Sabtu, 23 Maret 2019

Kapan Aceh Bebas TB?


Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia di antara penyakit menular lainnya.  Sumber data di WHO dan  website Kementerian Kesehatan, bahwa di dunia, TBC merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius. Setiap harinya hampir 4500 orang meninggal karena TBC dan hampir 30.000 orang yang jatuh sakit dengan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan diobati ini. Pada tahun 2017, TBC ini menyebabkan kematian sekitar 1,3 juta orang di antara orang dengan HIV negatif, dan sekitar 300.000 kematian pada penderita HIV positif.  Diperkirakan terdapat 10 juta kasus baru yang setara dengan 133 kasus per 100.000 penduduk.

Minggu, 17 Maret 2019

ASI, Fondasi Kehidupan


Pemberian ASI atau menyusui merupakan bagian dari pemenuhan nutrisi, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Terkait dengan issu ketahanan pangan, maka pemberian ASI kepada bayi merupakan aspek penting yang perlu diperkirakan dalam issu ketahanan pangan karena karena selain ekonomis, ASI merupakan sumber pangan yang alami, sangat praktis, dan selalu tersedia setiap saat dibutuhkan dengan suhu yang sesuai dan berkesinambungan demi masa depan generasi kita.

Sabtu, 02 Maret 2019

Telan Sendiri Asap Rokokmu, Bro!!

Rokok masih menjadi permasalahan di Indonesia. Konsumsi rokok masih sangat tinggi. Data menunjukkan bahwa konsumsi tembakau meningkat dengan pesat dalam 30 tahun terakhir. Hal tersebut disinyalir berkaitan dengan tingginya angka pertumbuhan penduduk, harga rokok yang relatih murah, adanya pemasaran yang secara leluasa beredar di masyarakat dan kurangnya pengetahuan akan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok atau tembakau.

Tertarik dengan kegiatan dan layanan informasi yang kami berikan?
Anda dapat memperoleh informasi terbaru melalui email.