ummihirzi@gmail.com

ummihirzi@gmail.com
Isi blog ini adalah makalah yang pernah saya buat dan presentasikan di IKA FK Unand, juga artikel kesehatan yang sudah dimuat di kolom Opini Media Lokal/Regional.

Mengenai Saya

Foto saya
Lahir di Bireuen, Aceh, tanggal 05 September 1977. Alumni FK Universitas Syiah Kuala Aceh. Dan telah memperoleh gelar Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Aktif sebagai pengurus IDAI Aceh, IDI Aceh Besar, Anggota Komunitas Rhesus Negatif Aceh dan sebagai Konselor Menyusui juga Ketua Aceh Peduli ASI (APA)...
Ummi Dokter dr. Aslinar, SpA, M. Biomed

Tentang Ummi Dokter


Anda dapat berkonsultasi dengan kami
dengan mengirim pesan melalui !

EMAIL DI SINI

SPESIALISASI


Artikel Ummi Dokter
Our Recent Posts

Jumat, 23 Maret 2018

Tuberkulosis Pada Anak (Fenomena Gunung Es)


Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan sejak lama. Jumlah kasus baru terus meningkat di seluruh dunia, sebagian besar ditemukan di negara berkembang. Tuberkulosis masih merupakan penyakit sebagai penyebab tingginya angka mortalitas (kematian) dan morbiditas (kesakitan) serta tingginya biaya kesehatan. Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Setelah berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, angka kejadian dan kematian akibat TB telah menurun namun diperkirakan masih menyerang 9,6 juta orang dan menyebabkan 1,2 juta kematian pada tahun 2014. India, Indonesia dan China merupakan negara dengan penderita TB terbanyak yaitu dengan angka berturut turut 23%, 10% dan 10% dari seluruh penderita di dunia (data WHO, Global Tuberculosis Report 2015).

Sabtu, 17 Maret 2018

Pengurangan Risiko Bencana


Negara kita Indonesia memiliki banyak wilayah yang rawan bencana, dengan letak geografisnya yang strategis telah menjadikan Indonesia pusat peradaban sekaligus juga mengandung potensi alamiah yang membahayakan dan menghancurkan. Aceh, termasuk dalam wilayah yang sangat berpotensi terkena bencana alam baik itu gempa, banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan. Bencana menurut Undang Undang Nomor 24 tahun 2007 mempunyai definisi yaitu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Over Diagnosis Difteri??


Sejak awal tahun 2017 penyakit difteri kembali mewabah. Sepanjang tahun tersebut ditemukan hampir 100 kasus di Aceh dan masih terus terjadi sampai sekarang. Di bulan Januari 2018 ini saja sudah ditemukan 31 kasus difteri. Tentu ini merupakan hal yang sangat mengerikan bagi kita semua karena berkaitan dengan sifat penularan difteri yang sangat cepat juga pengobatan yang lama butuh isolasi serta komplikasi yang disebabkannya bahkan bisa berakhir dengan kematian.

Senin, 12 Februari 2018

My Family

My family

Sabtu, 03 Februari 2018

Kanker Pada Anak

Ancaman penyakit kanker tidak hanya terjadi pada orang dewasa, akan tetapi saat ini banyak anak yang terserang berbagai jenis kanker. Secara nasional berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia sebesar 1,4 o/oo atau diperkirakan sekitar 347.792 orang. Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (RISKESDAS) menunjukkan prevalensi kanker anak usia 0-14 tahun yaitu sebesar 16.291 kasus. Saat ini diperkirakan jauh meningkat jumlah kasusnya. Sedangkan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh anak di Indonesia adalah Leukemia (kanker darah)  dan Retinoblastoma (kanker mata). Berbagai jenis kanker pada anak selain kanker darah dan kanker mata, yaitu tumor otak dan saraf, limfoma (kanker kelenjar getah bening), rhabdomiosarkoma (kanker jaringan otot), osteosarkoma (kanker tulang), neuroblastoma (kanker saraf), dan tumor wilms (kanker ginjal). 

Kamis, 25 Januari 2018

Kontroversi Donor ASI


Air Susu Ibu (ASI) merupakan zat hidup yang sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir  sampai berusia dua tahun. Untuk enam bulan pertama ASI bisa memenuhi 100% kebutuhan bayi sehingga disebutkan dengan istilah ASI Eksklusif dimana hanya memberikan ASI saja tanpa ada makanan dan minuman lainnya baik berupa air putih, air tajin, susu formula, madu apalagi makanan padat (pisang, bubur dan lain lain).
Sebagaimana sudah kita ketahui bahwa menyusui sangat banyak bermanfaat baik bagi si bayi maupun si Ibu. ASI mengandung zat zat gizi yang lengkap, mudah dicerna, diserap secara efisien. ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya, disamping itu juga mengandung antibodi yang akan membantu bayi membangun sistem kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya. ASI melindungi terhadap infeksi, melindungi kesehatan ibu, membantu bonding dan menunda kehamilan yang baru. Menyusui membantu ibu dan bayi membentuk hubungan yang erat dan penuh kasih sayang yang membuat ibu merasa puas secara emosional. Kontak kulit antara ibu dan bayi segera setelah persalinan membantu mengembangkan hubungan tersebut. Proses ini yang disebut dengan bonding.

Minggu, 03 Desember 2017

TANTANGAN PROGRAM IMUNISASI DI ACEH

Pada bulan Agustus 2017 lalu, dicanangkan sebagai bulan pelaksanaan imunisasi MR. Program ini dilaksanakan di Pulau Jawa sedangkan pelaksanaan di luar Pulau Jawa termasuk di Aceh akan dilakukan pada bulan Agustus 2018. Imunisasi MR (Morbili dan Rubella) merupakan program imunisasi yang baru disubsidi oleh Pemerintah. Vaksin MR ini  untuk mencegah penyakit morbili (campak) dan rubella. Vaksin MR yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari BPOM. Vaksin ini aman dan sudah digunakan di 141 negara  di dunia. Vaksin MR diberikan pada usia 9 bulan sampai 15 tahun. Vaksin ini akan menggantikan posisi vaksin campak yang pemberiannya sama yaitu usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD.

Selasa, 31 Oktober 2017

Pergub ASI Eksklusif, Apa Kabarmu?



Pada tanggal 11 Agustus 2016, Gubernur Aceh saat itu yaitu Bapak dr. Zaini Abdullah menandatangani sebuah Peraturan Gubernur (Pergub) no. 49 tahun 2016 yang dinamakan dengan Pergub ASI Eksklusif. Berbagai pertimbangan keluarnya Pergub ini antara lain bahwa pemberian ASI merupakan bagian dari pelaksanaan syariat Islam di Aceh dan juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif dan Undang Undang RI tentang Kesehatan N0. 36 tahun 2009 Pasal 128 bahwa setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun.

Minggu, 01 Oktober 2017

VAKSIN DENGUE, HARAPAN BARU BAGI ANAK KITA


Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit yang ditakuti di kalangan masyarakat karena sering terjadi dan bisa menimbulkan banyak angka kesakitan bahkan kematian. Morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) DBD yang dilaporkan berbagai negara bervariasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain status umur penduduk, kepadatan vektor (nyamuk penyebab), tingkat penyebaran virus dengue, prevalensi serotipe virusnya dan kondisi meteorologis. Pola distribusi umur memperlihatkan kasus terbanyak DBD mengenai anak dengan golongan umur <15 antara="" begitu="" besar="" bulan="" dan="" dbd="" di="" februari="" garis="" indonesia="" januari.="" jelas="" jumlah="" kasus="" mencapai="" meningkat="" musim="" namun="" pada="" pengaruh="" puncaknya="" sampai="" secara="" september="" span="" tahun="" terhadap="" tidak="">
            Penyakit ini pertama kali ditemukan di Indonesia yaitu pada tahun 1968 di Surabaya kemudian berturut turut dilaporkan di Jakarta, Bandung juga Yogyakarta. Epidemi (wabah) pertama dilaporkan di luar Jawa pada tahun 1972 di Sumatera Barat, disusul Riau, Sulawesi Utara dan Bali. Pada tahun 1994 kasus DBD telah menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi endemis di banyak kota besar serta telah menjangkiti daerah pedesaan.
            Penyebab penyakit DBD adalah virus dengue. Terdapat 4 jenis tipe virus yang telah berhasil diisolasi yaitu virus dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Sebagian besar pasien yang menderita DBD derajat berat bahkan sampai meninggal disebabkan virus dengue tipe 3. Virus ini diperantarai oleh vektor yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Seorang peneliti bernama Graham merupakan seorang sarjana pertama yang pada tahun 1903 dapat membuktikan secara positif peran nyamuk tersebut dalam transmisi dengue.  
            Penyakit DBD ini merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, dapat menyerang semua orang dan menyebabkan kematian terutama pada anak, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Penyakit ini ditularkan oleh orang yang di darahnya mengandung virus dengue. Jika orang yang digigit nyamuk Aedes maka virus dengue akan masuk bersama darah yang diisapnya. Di dalam tubuh nyamuk, virus dengue akan berkembang biak dengan cara membelah diri dan menyebar di seluruh tubuh nyamuk. Sebagian besar virus berada di kelenjar ludah nyamuk. Dalam waktu 1 minggu jumlah virus bisa mencapai ratusan ribu sehingga siap untuk dipindahkan/ditularkan kepada orang lain. Selanjutnya saat nyamuk menggigit orang lain, maka setelah alat tusuk nyamuk menemukan kapiler darah dan sebelum darah orang tersebut diiisap, maka terlebih dahulu dikeluarkan air liur dan virusnya akan masuk ke darah manusia yang digigit. Tidak semua orang yang digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus dengue itu akan terserang penyakit DBD. Orang yang mempunyai kekebalan yang cukup terhadap virus dengue tidak akan terserang penyakit ini meskipun di dalam darahnya terdapat virus itu. Sebaliknya pada orang yang tidak mempunyai kekebalan yang cukup terhadap virus dengue dia akan sakit ringan hingga berat yaitu demam tinggi disertai perdarahan bahkan syok.
            Di Indonesia nyamuk Aedes Aegypti tersebar luas di pelosok tanah air, baik di kota maupun di desa, kecuali di daerah yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Hanya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah manusia sedangkan nyamuk jantan hidup dari menghisap sari tumbuhan. Perkembangan nyamuk ini dari telur hingga dewasa memerlukan waktu sekitar 10-12 hari. Tempat istirahat yang disukai adalah benda benda yang tergantung yang ada di dalam rumah yaitu gorden, kelambu, baju/pakaian. Kepadatan nyamuk ini akan meningkat pada waktu musim hujan dimana banyak terdapat genangan air bersih yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
            Gejala klinis penyakit DBD adalah demam tinggi mendadak dan terus menerus selama 2 – 7 hari disertai dengan gejala lain berupa nyeri kepala, mual muntah, nyeri otot, nyeri perut. Pada derajat 2 bisa disertai dengan manifestasi perdarahan di kulit berupa petekhie (bintik darah kecil di bawah kulit dan tidak menghilang dengan penekanan), perdarahan gusi, hidung (epistaksis), muntah darah (hematemesis) dan buang air besar berwarna kehitaman (melena). Pada tahap yang berat (derajat 3) bisa dengan syok yang ditandai nadi lemah dan cepat, tekanan darah menurun, kulit teraba lembab dan dingin terutama di jari tangan juga kaki, pasien menjadi gelisah serta timbul kebiruan di sekitar mulut. Pasien harus ditangani dengan segera dan secara tepat karena bila tidak maka akan masuk dalam tahap syok berat (derajat 4) bahkan kematian.
Pencegahan
Upaya utama pada penyakit DBD ini adalah pencegahan berupa tindakan pemberantasan vektor nyamuk penyebab. Upaya berupa pemberantasan sarang nyamuk  yaitu dengan gerakan 3M: 1). Menguras tempat penampungan air secara teratur sekurang kurangnya satu kali seminggu atau menaburkan bubuk abate ke dalamnya, 2). Menutup rapat tempat penampungan air dan 3). Mengubur/menyingkirkan barang barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik dll. Selain gerakan 3M, juga dilakukan fogging (pengasapan). Kegiatan fogging ini hanya dapat membunuh sebagian nyamuk dewasa. Selama jentik yang ada di tempat perindukan tidak diberantas setiap hari, maka akan muncul nyamuk nyamuk baru yang menetas dan penularan penyakit akan terulang kembali.
Vaksin Dengue
Penemuan terbaru di bidang vaksin adalah ditemukannya vaksin dengue. Penelitian terhadap vaksin ini sudah mulai dilakukan sejak 60 tahun yang lalu dan mengalami kemajuan yang pesat sejak 10 tahun terakhir ini. Vaksin yang tersedia saat ini adalah vaksin dengue tetravalen yang bisa melindungi dari keempat jenis virus dengue tersebut mulai dari Den 1, 2,  3, dan 4. Karena diketahui bahwa imunisasi dengan satu jenis virus malah meningkatkan progresivitas DBD pada infeksi selanjutnya dengan tipe virus berbeda. Vaksin dengue ini diberikan pada anak usia 9 tahun, tiga kali pemberian dengan interval 6 bulan di antara tiga dosis vaksin tersebut.
Vaksin dengue ini sudah beredar di dunia sejak 9 Desember 2015, pertama sekali beredar di Mexico kemudian menyusul Filipina, El Salvador dan Brazil. Di Indonesia sejak Oktober sudah mulai beredar dan mulai digunakan.  Penemuan vaksin dengue ini dianggap sebagai salah satu pencapaian historis dalam sejarah vaksinologi dan diyakini akan menurunkan angka kejadian demam berdarah.  Sebelum mendapat izin edar, vaksin ini sudah menjalani proses uji klinis yang melibatkan lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia, dari berbagai kelompok umur, etnis, latar belakang epidemiologis, kondisi geografis, dan status sosioekonomis.
Dampak infeksi DBD di negara negara endemis cukup terasa, sebanyak 400 juta orang terinfeksi setiap tahunnya. Terdapat 128 negara yang dinyatakan endemis dan Indonesia termasuk di dalamnya. Badan Kesehatan Dunia, WHO menargetkan dengan pemberian vaksin dengue ini di tahun 2020 angka kematian akibat infeksi DBD bisa jauh berkurang. Dari uji klinis yang telah dilakukan diketahui bahwa bila vaksinasi dengue ini diberikan pada 20% populasi di 10 negara endemis yang berpartisipasi, kasus baru DBD dapat dikurangi hingga 50%. Dan Indonesia termasuk salah satu negara yang ikut berpartisipasi dalam uji klinis vaksin tersebut. Kita sangat berharap semoga dengan pemberian vaksin ini yang memang sudah beredar di masyarakat Indonesia maka jumlah penyakit DBD jauh berkurang. Memang saat ini vaksin ini belum disubsidi oleh Pemerintah dan belum menjadi salah satu vaksin yang gratis yang disediakan di Puskesmas atau Rumah Sakit. Saat ini untuk mendapatkan vaksin tersebut bisa dengan mengunjungi dokter spesialis anak dengan harga vaksin yang lumayan mahal. Akan tetapi harga yang diperkirakan mahal tersebut akan jauh terasa murah apabila dibandingkan dengan jumlah biaya yang harus kita keluarkan bila anak anak kita menderita DBD.


Minggu, 10 September 2017

Puasa & Menyusui


Saat ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan, bulan suci yang dinantikan seluruh umat Islam di muka bumi. Ibadah puasa bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang perintah pelaksanaannya terdapat dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya “ Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Sebagai muslim, kita menyadari dan meyakini puasa sebagai salah satu ibadah utama yang kedatangannya selalu kita nantikan. Adapun syarat wajib yang harus dipenuhi bila seseorang yang akan berpuasa adalah Islam, baligh (cukup umur), berakal, suci dari haid dan nifas bagi perempuan, berada di kampungnya (tidak wajib bagi musafir), dan sanggup berpuasa (tidak wajib atas orang yang lemah dan sakit).  Bagaimana halnya terhadap Ibu yang sedang menyusui bayinya?
Dalam kondisi yang normal, seorang Ibu memerlukan sebanyak 1800-2200 kkal untuk menjalankan aktivitasnya. Akan tetapi bila sedang menyusui eksklusif (enam bulan pertama usia bayi), maka si Ibu membutuhkan tambahan kalori sebesar 500 kkal setiap harinya. Dengan kebutuhan seperti ini, apakah bisa dipenuhi saat ibu berpuasa?
Di Indonesia, lamanya waktu kita berpuasa yaitu sekitar 14 jam. Berpuasa bagi Ibu menyusui bukan berarti mengurangi kualitas dan kuantitas makan akan tetapi mengatur atau menyiasati waktu makannya. Jika tadinya makan 3x sehari ditambah 2x cemilan maka di bulan puasa tetap melakukan jadwal demikian akan tetapi berpindah waktunya saja. Yaitu makan di saat sahur, makan di saat berbuka puasa, makan menjelang tidur (1,5 -2 jam sebelum tidur). Sedangkan cemilan disiasati setelah ibu menyusui/memerah di saat malam hari.
Menurut beberapa penelitian terhadap Ibu menyusui bayi usia 2-5 bulan dan berpuasa, ternyata puasanya tidak berpengaruh kepada bayinya. Kadar karbohidrat, protein, dan lemak tetap tapi kadar mikronutrien yang mengalami penurunan. Penelitian lain menunjukkan bahwa indek massa tubuh Ibu tidak berubah akan tetapi terjadi pengurangan pemasukan kalori yang dibutuhkan. Secara umum, para ahli laktasi menganjurkan ibu menyusui eksklusif, tidak berpuasa selama bulan Ramadhan karena si Ibu akan lebih sering haus pasca menyusui terutama ketika bayi sedang dalam growth spurt (percepatan pertumbuhan) yaitu bayi akan menyusu lebih sering.
Selain karena sedang menyusui eksklusif, ada beberapa kondisi lain dimana Ibu menyusui disarankan untuk tidak berpuasa, yaitu: sedang menjalani pengobatan, menderita penyakit berat (migrein yang tidak terkontrol, hipertensi, diabetes dan hipoglikemia).
Banyak pertanyaan seputar hukum Ibu menyusui tidak berpuasa. Dalam Al Baqarah 184, Allah berfirman:’..Barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka wajib baginya mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (bila tidak berpuasa) membayar fidyah’. Terdapat 4 golongan yang dikategorikan berat menjalankan puasa yaitu orang yang tidak mampu berpuasa karena sudah tua, sakit menahun, ibu hamil dan menyusui. Dalam hadist juga disebutkan: Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda,”sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat musafir dan puasa perempuan hamil dan menyusui”.
Dari bebebapa literatur yang penulis dapatkan, terdapat perbedaan pendapat para ulama tentang bagaimana cara membayar puasa yang ditinggalkan oleh Ibu menyusui. Pendapat pertama mengatakan cukup dengan membayar fidyah saja (diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan Said bin Jubair, juga Al Qasim bin Muhammad dan sekelompok ulama), pendapat lain ada yang mengatakan harus membayar qadha puasa saja tanpa membayar fidyah (mazhab Hanafi) dan ada pendapat ketiga yang mengatakan harus mengqadha puasa dan membayar fidyah juga (pendapat madzhab Maliki, juga merupakan pendapat Imam Syafii dalam Kitab Al Buwaithi).
Bagi Ibu menyusui yang memutuskan tetap berpuasa, maka berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan: 1). Menjaga makan (tetap 3x dan cemilan 2x), dengan asupan nutrisi yang sesuai dengan gizi seimbang (mengandung gizi lengkap berupa karbohidrat, lemak, protien, vitamin, mineral), 2). Cukup cairan dimana Ibu menyusui butuh sekitar 3 liter cairan perhari yang bisa didapat dari air minum, buah dan sayuran, 3). Segera berbuka puasa bila Ibu menunjukkan tanda dehidrasi yaitu Ibu merasa sangat haus terutama setelah menyusui/memerah, BAK sedikit dan bewarna pekat, merasa sangat lemas dan berkunang kunang , 4). Pantau selalu keaadaan bayi. Bayi minimal BAK 6x/hari, kenaikan BB bayi dan pantau perilaku bayi). Jadi bila Ibu menunjukkan tanda dehidrasi dan si bayi kurang BAK, BB tiddak naik dan bayi menjadi sangat rewel atau gelisah, maka sebaiknya Ibu berbuka puasa.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Ruang Laktasi Publik, Mungkinkah Terwujud?


Beberapa waktu yang lalu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Aceh mengadakan Diskusi Publik tentang Advokasi dan Sosialisasi Penyediaan Fasilitas Publik Responsif Gender dan Ramah Anak dalam Bentuk Ruang Laktasi dan Tempat Penitipan Anak (TPA) di Tempat Kerja. Patut diacungi jempol atas inisiatif  Dinas tersebut mengadakan kegiatan ini, memulai kembali membahas bersama hal yang sangat perlu saat ini.
Wacana tentang penyediaan ruang laktasi bukanlah hal yang baru. Hal tersebut sudah diatur sejak tahun 2009. Akan tetapi pelaksanaannya yang sama sekali belum memadai, khususnya di Aceh. Menurut pengamatan penulis, ada beberapa kantor yang sudah menyediakan ruang laktasi akan tetapi letak ruangan yang tidak sesuai standar juga fasilitas yang terdapat di dalamnya sama sekali tidak memenuhi syarat malah terkesan seperti ‘gudang kebersihan” yang berarti dijadikan ruang penyimpanan sapu, kain pel dan sebagainya. Juga terdapat ruang laktasi di instansi publik pelayan masyarakat akan tetapi ruangannya dalam keadaan selalu terkunci. Dan sebagian besar kantor malah tidak memilikinya sama sekali. Apalah lagi di berbagai tempat umum seperti terminal, pusat perbelanjaan, tempat wisata, hotel, gedung kegiatan. Miris!

Senin, 24 Juli 2017

BAHAYA KABUT ASAP BAGI KESEHATAN ANAK



Sejak beberapa bulan ini Aceh sedang dilanda musim kemarau. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sejumlah wilayah di Provinsi Aceh memasuki puncak musim kemarau dengan suhu rata-rata 35 derajat Celsius. Terutama di dataran rendah pesisir Timur dan Barat suhu mencapai 35,8 derajat. Wilayah kabupaten/kota dataran rendah bagian Timur di Aceh meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Jaya, Lhokseumawe dan Aceh Tamiang. Sedangkan wilayah dataran rendah pada bagian Barat di Aceh seperti Tapak Tuan, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya dan Aceh Singkil. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi selama hampir dua bulan ke depan atau terhitung mulai Agustus hingga September tahun ini.

Aktifitas Organisasi

Hubungi Kami


Alamat
Jalan Muhammad Taher No. 9
Perumahan Bayu Permai
Desa Bayu Kecamatan Darul Imarah
Kabupaten Aceh Besar - Aceh

dokter.ummi@gmail.com

Tertarik dengan kegiatan dan layanan informasi yang kami berikan?
Anda dapat memperoleh informasi terbaru melalui email.