ummihirzi@gmail.com

ummihirzi@gmail.com
Isi blog ini adalah makalah yang pernah saya buat dan presentasikan di IKA FK Unand, juga artikel kesehatan yang sudah dimuat di kolom Opini Media Lokal/Regional.

Mengenai Saya

Foto saya
Lahir di Bireuen, Aceh, tanggal 05 September 1977. Alumni FK Universitas Syiah Kuala Aceh. Dan telah memperoleh gelar Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Aktif sebagai pengurus IDAI Aceh, IDI Aceh Besar, Anggota Komunitas Rhesus Negatif Aceh dan sebagai Konselor Menyusui juga Ketua Aceh Peduli ASI (APA)...

Rabu, 10 September 2014

Catch up Imunization

Jadwal imunisasi tertinggal merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi. Banyak faktor penyebab jadwal imunisasi tertunda atau tertinggal. Faktor tersebut berupa:
1.    Kelalaian orang tua atau salah informasi
2.    Kesalahan jadwal imunisasi yang disebabkan oleh praktisi kesehatan yag biasanya terkait dengan; kurangnya pengetahuan tentang vaksin baru seperti PCV, rotavirus, kurang perhatian terhadap panduan yang telah ditetapkan, kurangnya waktu untuk melaksanakan dengan benar jadwal yang telah ditetapkan, ketersediaan vaksin serta terkait kondisi kesehatan anak sehingga tidak bisa menerima imunisasi.

Upaya pemberian vaksin untuk mengejar dosis yang belum diberikan dalam rangka mengejar jadwal imunisasi yang tertinggal disebut kejar imunisasi (catch up immunization).
Prinsip umum pemberian imunisasi adalah prosedur imunisasi, jadwal imunisasi, dan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Salah satu prosedur penting dalam imunisai adalah meperhatikan waktu dan jarak pemberian imunisasi sehingga perlu disusun ulang jadwal imunisasi. Secara komunitas, jadwal imunisasi memperhitungkan aspek epidemiologi sedangkan secara individual memperhitungkan antibodi maternal, jenis vaksin, keamanan dan reaksi vaksin yang mungkin timbul.
Imunisasi adalah upaya untuk mendapatkan respon imun sehingga tubuh mempunyai memori dan kapasitas pertahanan terhadap antigen yang masuk ke dalam sistem pertahanannya. Tujuan imunisasi adalah pencegahan primer untuk menghindari terjadinya sakit atau cacat yang disebabkan oleh penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi (P3DI). Proses pembentukan mekanisme imun ini mirip dengan keadaan sembuh dari suatu penyakit infeksi, dengan suatu kelebihan yaitu zat anti yang terbentuk kadarnya leboih optimal karena dibentuk oleh tubuh dala keadaan sehat.
Beberapa factor yang berpengaruh pada terbetuknya rspon imun akibat pemberian vaksin adalah besarnya dosis yang diberikan, jarak antara pemberian satu vaksin dengan vaksin yang lain, cara pemberian yang disesuaikan dengan jenis antigen vaksin dan adanya adjuvant (bahan yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan imunogenitas vaksin.
Jumlah dan jenis vaksin pada saat ini bertambah banyak terutama untuk diberikan pada periode 6 bulan pertama pasca lahir. Untuk efektifitas pemberiannya, beberapa vaksin dapat digabungkan dalam satu kali pemberian yang disebut dengan vaksin kombinasi. Bila beberapa vaksin tidak tersedia dalam bentuk vaksin kombinasi, vaksin vaksin tersebut dapat diberikan bersamaan dalam satu kunjungan. Ini disebut dengan imunisasi simultan. Pemberian imunisasi simultan dapat dilakukan untuk semua jenis vaksin. Pemberian vaksin yang sama (ulangan) secara serial harus sesuai deagn ketentuan interval waktunya agar tercapai respon imun dan daya proteksi yang diharapkan. Bila jadwal pemberian terlambat tidak perlu diulang dari awal, karena tubuh memiliki memori respon imun terhadap vaksin yang sudah pernah diberikan.
Prinsip umum untuk merencanakan kejar imunisasi adalah:
a.    Tentukan rencana kejar imunisasi berdasarkan imunisasi yang sudah diberikan sebelumnya sesuai catan medik atau buku vaksinasi
b.    Pemberian dosis harus sesuai dengan umur minimal/maksimal yang telah ditetapkan, jarak pemberian tidak boleh kurang dari interval waktu minimal yang telah dijadwalkan.
c.    Pemberian dosis vaksinlebih dini dari usis minimal atau jarak pemberian dianggap tidak sah, dosisnya harus diulang sesuai petunjuk
d.    Pelaksanaan kejar imunisasi akan berpengaruh pada jumlah dosis yang seharusnya, sesuai jadwal imunisasi. Semakin tua usia anak mengalami jadwal imunisasi yang tertinggal, semakin tinggi risiko kehilangan jumlah vaksin yang harus diterimanya.
e.    Untuk jadwal imunisasi yang tidak lengkap atau tertinggal, kejar imunisasi berfungsi melengkapi, tidak diulang dari jadwal awal. Kecuali bila tidak ada catatan pemberian imunisasi sebelumnya dan ragu sudah pernah mendapatkan atau belum
f.    Jika lebih dari satu vaksin terlambat, dianjurkan untuk pemberian vaksin secara simultan atau memberiakn vaksin kombinasi bila tersedia
g.    Perhatikan dalam pemberian vaksin yang sama tetapi dari produsen yang berbeda. Apakah dapat saling mengganti atau berbeda dalam interval pemberian
h.    Rekomendasi jarak optimal pemberian harus mengikuti jumlah dosis disesuaikan dengan umur

Tidak ada komentar:
Write komentar

Tertarik dengan kegiatan dan layanan informasi yang kami berikan?
Anda dapat memperoleh informasi terbaru melalui email.