ummihirzi@gmail.com

ummihirzi@gmail.com
Isi blog ini adalah makalah yang pernah saya buat dan presentasikan di IKA FK Unand, juga artikel kesehatan yang sudah dimuat di kolom Opini Media Lokal/Regional.

Mengenai Saya

Foto saya
Lahir di Bireuen, Aceh, tanggal 05 September 1977. Alumni FK Universitas Syiah Kuala Aceh. Dan telah memperoleh gelar Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Aktif sebagai pengurus IDAI Aceh, IDI Aceh Besar, Anggota Komunitas Rhesus Negatif Aceh dan sebagai Konselor Menyusui juga Ketua Aceh Peduli ASI (APA)...

Minggu, 15 Maret 2020

Apakah Mimisan Berbahaya?


Mimisan merupakan keluhan yang paling sering dari para orang tua sehingga mereka membawa bayi atau anaknya periksa ke dokter. Para orang tua merasa sangat cemas bila anaknya mengalami mimisan. Mereka menjadi panik saat melihat darah yang mengucur dari hidung si anak. Mimisan dalam istilah kedokteran disebut dengan epistaksis. Apakah sebenarnya mimisan tersebut, apakah penyebabnya, hal apa saja yang perlu dilakukan di rumah saat anak mengalami mimisan dan kapan seorang anak harus dibawa periksa bila mengalami mimisan?

Walaupun sebagian besar orang pernah mengalami keluhan mimisan, namun paling sering dialami pada rentang usia di bawah 10 tahun (menurun setelah pubertas), dan di atas 50 tahun,. Kebanyakan kasus mimisan (80-90%) merupakan idiopatik yaitu penyebab tidak diketahui. Sering terjadi epistaksis idiopatik berulang yaitu perdarahan dari hidung dan berulang, self limiting (bisa sembuh sendiri), yang penyebab spesifik tidak diketahui.  
Sesuai dengan anatomi hidung, bahwa hidung merupakan organ tubuh yang kaya dengan pembuluh darah. Pembuluh darah dalam hidung itu terletak di permukaan dan tidak terlindungi dengan apapun. Daerah asal perdarahan yang paling sering adalah pleksus Kiesselbach, yaitu daerah septum anterior tempat pembuluh darah yang berasal dari arteri karotid internal dan carotid eksternal bertemu. Daerah ini memiliki mukosa tipis sehingga rentan terhadap paparan udara dan trauma sehingga mudah terjadi iritasi dan perdarahan.
Penyebab mimisan dapat berupa penyebab lokal maupun sistemik. Penyebab lokal termasuk epistaksis idiopatik, inflamasi, neoplasia atau tumor, vaskular, iatrogenik, kelainan structural (anatomi atau bentuk hidung), dan obat-obatan seperti semprot hidung. Penyebab sistemik berupa kelainan hematologi atau kelainan darah berupa hemophilia, leukemia, lingkungan (temperatur yang dingin, kelembaban udara yang kurang, udara kering, dan perubahan ketinggian yang tiba tiba), obat-obatan (contoh antikoagulan atau pengencer darah), gagal organ (uremia dan gagal hati), serta penyebab lain misalnya hipertensi dan migraine. Penyebab lain yaitu trauma (baik berupa mengupil, mengorek hidung, ada benda asing ataupun trauma atau benturan pada wajah maupun tindakan kekerasan pada anak). Hal tersebut menyebabkan pembuluh darah halus di dalam hidung pecah, sehingga terjadi perdarahan.
 Nah, bagaimana pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh para orang tua bila anaknya mengalami mimisan? Berikut adaah beberapa hal yang bisa dilakukan:
1.      Orangtua harus tenang dan mengupayakan anaknya juga tenang dan tidak panik. Mengapa? Karena anak yang panik, bisa menyebabkan dia menelan darah yang malah bisa menyebabkan terjadi sumbatan pada jalan nafasnya.
2.      Sering sekali terjadi kesalahan posisi kepala saat mimisan. Orang tua malah menengadahkan kepala si anak. Yang benar adalah memposisikan kepala si anak ke bawah, kemudian menekan area hidung bagian depan secara perlahan selama 5-10 menit. Apabila mimisan masih terjadi, dapat diulang menekan kembali selama 5-10 menit.
3.      Kemudian kita menyuruh anak untuk bernafas melalui mulut, mengupayakan supaya bisa mengeluarkan darah yang tertelan dan tidak menelan ludah. Karena hal tersebut bisa berisiko muntah dan tersedak.
Tips tersebut sangat bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Karena yang namanya mimisan juga bisa terjadi kapan saja tidak mengenal tempat dan waktu. Setelah hal tersebut dilakukan, biasanya mimisan akan berhenti, jadi orang tua tidak perlu harus buru buru membawa anaknya ke rumah sakit ataupun klinik pengobatan. Akan tetapi, kita harus mengetahui kapan kondisi mimisan harus mendapat perhatian serius dan segera diperiksakan kepada ahlinya.
Orang tua harus membawa anaknya periksa ke dokter atau rumah sakit apabila mimisan yang terjadi tidak berhenti setelah dilakukan penekanan pada area hidung bagian depan, terjadi mimisan yang hebat sehingga menyebabkan anak mengalami pingsan, terjadi mimisan berulang kali dan mimisan yang terjadi pada bayi atau anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Seorang anak juga harus diperiksakan bila mimisan menyebabkanm terjadinya sumbatan jalan nafas, dan terjadinya mimisan yang disebabkan oleh trauma pada wajah dan karena kelainan anatomi atau bentuk dari hidung.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Tertarik dengan kegiatan dan layanan informasi yang kami berikan?
Anda dapat memperoleh informasi terbaru melalui email.