
Sabtu, 03 Februari 2018

Kanker Pada Anak
Ancaman
penyakit kanker tidak hanya terjadi pada orang dewasa, akan tetapi saat ini
banyak anak yang terserang berbagai jenis kanker. Secara nasional berdasarkan
Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, prevalensi penyakit kanker pada penduduk
semua umur di Indonesia sebesar 1,4 o/oo atau diperkirakan sekitar 347.792
orang. Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (RISKESDAS) menunjukkan
prevalensi kanker anak usia 0-14 tahun yaitu sebesar 16.291 kasus. Saat ini
diperkirakan jauh meningkat jumlah kasusnya. Sedangkan jenis kanker yang paling
banyak diderita oleh anak di Indonesia adalah Leukemia (kanker darah) dan Retinoblastoma (kanker mata). Berbagai
jenis kanker pada anak selain kanker darah dan kanker mata, yaitu tumor otak
dan saraf, limfoma (kanker kelenjar getah bening), rhabdomiosarkoma (kanker
jaringan otot), osteosarkoma (kanker tulang), neuroblastoma (kanker saraf), dan
tumor wilms (kanker ginjal).
Minggu, 28 Januari 2018

Semangat Islam Para Pengungsi Rohingya
Tanggal
9 Januari merupakan waktu yang saya tunggu tunggu karena di hari tersebut
merupakan hari keberangkatan kami, Tim 9 IHA ke Cox’s Bazar, Bangladesh.
Sebenarnya saya sudah dijadwalkan berangkat pada tanggal 17 November 2017 akan
tetapi batal karena berkaitan dengan pengurusan visa yang belum selesai. Tim
IHA (Indonesian Humanitarian Alliance) merupakan gabungan dari berbagai lembaga
yaitu MuhammadiyahAid, Dompet Dhuafa, Darut Tauhid, Nahdatul Ulama, PKPU, Lazis
Wahdah, dan Laznas LMI, yang mendapat dukungan dari Kementerian luar Negeri
Indonesia. Aliansi ini bertujuan mengoptimalkan fungsi pemberian bantuan
layanan kemanusiaan. Untuk di Bangladesh, IHA berfokus pada kegiatan pemenuhan
layanan korban terdampak konflik Myanmar. Untuk bidang kesehatan diketuai oleh
seorang dokter yang berasal dari MuhammadiyahAid.
Kamis, 25 Januari 2018

Kontroversi Donor ASI
Sebagaimana
sudah kita ketahui bahwa menyusui sangat banyak bermanfaat baik bagi si bayi
maupun si Ibu. ASI mengandung zat zat gizi yang lengkap, mudah dicerna, diserap
secara efisien. ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk
tumbuh kembangnya, disamping itu juga mengandung antibodi yang akan membantu
bayi membangun sistem kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya. ASI melindungi
terhadap infeksi, melindungi kesehatan ibu, membantu bonding dan menunda
kehamilan yang baru. Menyusui membantu ibu dan bayi membentuk hubungan yang
erat dan penuh kasih sayang yang membuat ibu merasa puas secara emosional.
Kontak kulit antara ibu dan bayi segera setelah persalinan membantu
mengembangkan hubungan tersebut. Proses ini yang disebut dengan bonding.
Jumat, 19 Januari 2018

Ada Harapan di Bali Derita Para Pengungsi Rohingya
Konflik
berkepanjangan yang terjadi di Myanmar, telah membuat banyak kesedihan yang
mendalam. Berbagai penderitaan yang dialami warga Rohingya membuat mereka harus
lari (terusir) dari negaranya sendiri. Sebagian besar mereka mengungsi ke
negara tetangganya yaitu Bangladesh. Untuk saat ini jumlah total seluruh
pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh adalah 1,2 juta jiwa. Sungguh
jumlah yang sangat luar biasa. Lokasi pengungsi tinggal adalah Cox’s bazar,
salah satu kabupaten di Provinsi Chittagong, Bangladesh.
Minggu, 03 Desember 2017

TANTANGAN PROGRAM IMUNISASI DI ACEH
Pada bulan Agustus 2017 lalu, dicanangkan
sebagai bulan pelaksanaan imunisasi MR. Program ini dilaksanakan di Pulau Jawa
sedangkan pelaksanaan di luar Pulau Jawa termasuk di Aceh akan dilakukan pada
bulan Agustus 2018. Imunisasi MR (Morbili dan Rubella) merupakan program
imunisasi yang baru disubsidi oleh Pemerintah. Vaksin MR ini untuk mencegah penyakit morbili (campak) dan
rubella. Vaksin MR yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin
edar dari BPOM. Vaksin ini aman dan sudah digunakan di 141 negara di dunia. Vaksin MR diberikan pada usia 9
bulan sampai 15 tahun. Vaksin ini akan menggantikan posisi vaksin campak yang
pemberiannya sama yaitu usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD.
Selasa, 31 Oktober 2017

Pergub ASI Eksklusif, Apa Kabarmu?
Pada tanggal 11 Agustus 2016,
Gubernur Aceh saat itu yaitu Bapak dr. Zaini Abdullah menandatangani sebuah
Peraturan Gubernur (Pergub) no. 49 tahun 2016 yang dinamakan dengan Pergub ASI
Eksklusif. Berbagai pertimbangan keluarnya Pergub ini antara lain bahwa
pemberian ASI merupakan bagian dari pelaksanaan syariat Islam di Aceh dan juga
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI
Eksklusif dan Undang Undang RI tentang Kesehatan N0. 36 tahun 2009 Pasal 128
bahwa setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan
diteruskan sampai usia 2 tahun.
Minggu, 01 Oktober 2017

VAKSIN DENGUE, HARAPAN BARU BAGI ANAK KITA
Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit yang ditakuti di kalangan masyarakat karena sering terjadi dan bisa menimbulkan banyak angka kesakitan bahkan kematian. Morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) DBD yang dilaporkan berbagai negara bervariasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain status umur penduduk, kepadatan vektor (nyamuk penyebab), tingkat penyebaran virus dengue, prevalensi serotipe virusnya dan kondisi meteorologis. Pola distribusi umur memperlihatkan kasus terbanyak DBD mengenai anak dengan golongan umur <15 antara="" begitu="" besar="" bulan="" dan="" dbd="" di="" februari="" garis="" indonesia="" januari.="" jelas="" jumlah="" kasus="" mencapai="" meningkat="" musim="" namun="" pada="" pengaruh="" puncaknya="" sampai="" secara="" september="" span="" tahun="" terhadap="" tidak=""> 15>
Penyakit ini pertama kali ditemukan
di Indonesia yaitu pada tahun 1968 di Surabaya kemudian berturut turut
dilaporkan di Jakarta, Bandung juga Yogyakarta. Epidemi (wabah) pertama
dilaporkan di luar Jawa pada tahun 1972 di Sumatera Barat, disusul Riau,
Sulawesi Utara dan Bali. Pada tahun 1994 kasus DBD telah menyebar ke seluruh
Indonesia dan menjadi endemis di banyak kota besar serta telah menjangkiti
daerah pedesaan.
Penyebab penyakit DBD adalah virus
dengue. Terdapat 4 jenis tipe virus yang telah berhasil diisolasi yaitu virus
dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Sebagian besar pasien yang menderita DBD derajat
berat bahkan sampai meninggal disebabkan virus dengue tipe 3. Virus ini
diperantarai oleh vektor yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Seorang peneliti bernama
Graham merupakan seorang sarjana pertama yang pada tahun 1903 dapat membuktikan
secara positif peran nyamuk tersebut dalam transmisi dengue.
Penyakit DBD ini merupakan penyakit
yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, dapat menyerang semua
orang dan menyebabkan kematian terutama pada anak, serta sering menimbulkan
kejadian luar biasa atau wabah. Penyakit ini ditularkan oleh orang yang di
darahnya mengandung virus dengue. Jika orang yang digigit nyamuk Aedes maka
virus dengue akan masuk bersama darah yang diisapnya. Di dalam tubuh nyamuk,
virus dengue akan berkembang biak dengan cara membelah diri dan menyebar di seluruh
tubuh nyamuk. Sebagian besar virus berada di kelenjar ludah nyamuk. Dalam waktu
1 minggu jumlah virus bisa mencapai ratusan ribu sehingga siap untuk
dipindahkan/ditularkan kepada orang lain. Selanjutnya saat nyamuk menggigit
orang lain, maka setelah alat tusuk nyamuk menemukan kapiler darah dan sebelum
darah orang tersebut diiisap, maka terlebih dahulu dikeluarkan air liur dan
virusnya akan masuk ke darah manusia yang digigit. Tidak semua orang yang
digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus dengue itu akan terserang
penyakit DBD. Orang yang mempunyai kekebalan yang cukup terhadap virus dengue
tidak akan terserang penyakit ini meskipun di dalam darahnya terdapat virus
itu. Sebaliknya pada orang yang tidak mempunyai kekebalan yang cukup terhadap
virus dengue dia akan sakit ringan hingga berat yaitu demam tinggi disertai
perdarahan bahkan syok.
Di Indonesia nyamuk Aedes Aegypti
tersebar luas di pelosok tanah air, baik di kota maupun di desa, kecuali di
daerah yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Hanya
nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah manusia sedangkan nyamuk
jantan hidup dari menghisap sari tumbuhan. Perkembangan nyamuk ini dari telur
hingga dewasa memerlukan waktu sekitar 10-12 hari. Tempat istirahat yang
disukai adalah benda benda yang tergantung yang ada di dalam rumah yaitu
gorden, kelambu, baju/pakaian. Kepadatan nyamuk ini akan meningkat pada waktu
musim hujan dimana banyak terdapat genangan air bersih yang dapat menjadi
tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
Gejala klinis penyakit DBD adalah
demam tinggi mendadak dan terus menerus selama 2 – 7 hari disertai dengan gejala
lain berupa nyeri kepala, mual muntah, nyeri otot, nyeri perut. Pada derajat 2
bisa disertai dengan manifestasi perdarahan di kulit berupa petekhie (bintik
darah kecil di bawah kulit dan tidak menghilang dengan penekanan), perdarahan
gusi, hidung (epistaksis), muntah darah (hematemesis) dan buang air besar
berwarna kehitaman (melena). Pada tahap yang berat (derajat 3) bisa dengan syok
yang ditandai nadi lemah dan cepat, tekanan darah menurun, kulit teraba lembab
dan dingin terutama di jari tangan juga kaki, pasien menjadi gelisah serta
timbul kebiruan di sekitar mulut. Pasien harus ditangani dengan segera dan secara
tepat karena bila tidak maka akan masuk dalam tahap syok berat (derajat 4) bahkan
kematian.
Pencegahan
Upaya
utama pada penyakit DBD ini adalah pencegahan berupa tindakan pemberantasan
vektor nyamuk penyebab. Upaya berupa pemberantasan sarang nyamuk yaitu dengan gerakan 3M: 1). Menguras tempat
penampungan air secara teratur sekurang kurangnya satu kali seminggu atau
menaburkan bubuk abate ke dalamnya, 2). Menutup rapat tempat penampungan air
dan 3). Mengubur/menyingkirkan barang barang bekas yang dapat menampung air
hujan seperti kaleng bekas, plastik dll. Selain gerakan 3M, juga dilakukan
fogging (pengasapan). Kegiatan fogging ini hanya dapat membunuh sebagian nyamuk
dewasa. Selama jentik yang ada di tempat perindukan tidak diberantas setiap
hari, maka akan muncul nyamuk nyamuk baru yang menetas dan penularan penyakit
akan terulang kembali.
Vaksin
Dengue
Penemuan
terbaru di bidang vaksin adalah ditemukannya vaksin dengue. Penelitian terhadap
vaksin ini sudah mulai dilakukan sejak 60 tahun yang lalu dan mengalami
kemajuan yang pesat sejak 10 tahun terakhir ini. Vaksin yang tersedia saat ini
adalah vaksin dengue tetravalen yang bisa melindungi dari keempat jenis virus
dengue tersebut mulai dari Den 1, 2, 3,
dan 4. Karena diketahui bahwa imunisasi dengan satu jenis virus malah
meningkatkan progresivitas DBD pada infeksi selanjutnya dengan tipe virus
berbeda. Vaksin dengue ini diberikan pada anak usia 9 tahun, tiga kali pemberian
dengan interval 6 bulan di antara tiga dosis vaksin tersebut.
Vaksin
dengue ini sudah beredar di dunia sejak 9 Desember 2015, pertama sekali beredar
di Mexico kemudian menyusul Filipina, El Salvador dan Brazil. Di Indonesia
sejak Oktober sudah mulai beredar dan mulai digunakan. Penemuan vaksin dengue ini dianggap sebagai
salah satu pencapaian historis dalam sejarah vaksinologi dan diyakini akan
menurunkan angka kejadian demam berdarah.
Sebelum mendapat izin edar, vaksin ini sudah menjalani proses uji klinis
yang melibatkan lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia, dari berbagai
kelompok umur, etnis, latar belakang epidemiologis, kondisi geografis, dan
status sosioekonomis.
Dampak
infeksi DBD di negara negara endemis cukup terasa, sebanyak 400 juta orang
terinfeksi setiap tahunnya. Terdapat 128 negara yang dinyatakan endemis dan
Indonesia termasuk di dalamnya. Badan Kesehatan Dunia, WHO menargetkan dengan
pemberian vaksin dengue ini di tahun 2020 angka kematian akibat infeksi DBD
bisa jauh berkurang. Dari uji klinis yang telah dilakukan diketahui bahwa bila
vaksinasi dengue ini diberikan pada 20% populasi di 10 negara endemis yang
berpartisipasi, kasus baru DBD dapat dikurangi hingga 50%. Dan Indonesia
termasuk salah satu negara yang ikut berpartisipasi dalam uji klinis vaksin
tersebut. Kita sangat berharap semoga dengan pemberian vaksin ini yang memang
sudah beredar di masyarakat Indonesia maka jumlah penyakit DBD jauh berkurang.
Memang saat ini vaksin ini belum disubsidi oleh Pemerintah dan belum menjadi
salah satu vaksin yang gratis yang disediakan di Puskesmas atau Rumah Sakit.
Saat ini untuk mendapatkan vaksin tersebut bisa dengan mengunjungi dokter
spesialis anak dengan harga vaksin yang lumayan mahal. Akan tetapi harga yang
diperkirakan mahal tersebut akan jauh terasa murah apabila dibandingkan dengan
jumlah biaya yang harus kita keluarkan bila anak anak kita menderita DBD.
Minggu, 10 September 2017

Puasa & Menyusui
Saat ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan, bulan suci yang dinantikan seluruh umat Islam di muka bumi. Ibadah puasa bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang perintah pelaksanaannya terdapat dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya “ Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Sebagai muslim, kita menyadari dan meyakini puasa sebagai salah satu ibadah utama yang kedatangannya selalu kita nantikan. Adapun syarat wajib yang harus dipenuhi bila seseorang yang akan berpuasa adalah Islam, baligh (cukup umur), berakal, suci dari haid dan nifas bagi perempuan, berada di kampungnya (tidak wajib bagi musafir), dan sanggup berpuasa (tidak wajib atas orang yang lemah dan sakit). Bagaimana halnya terhadap Ibu yang sedang menyusui bayinya?
Sabtu, 12 Agustus 2017

Ruang Laktasi Publik, Mungkinkah Terwujud?
Beberapa
waktu yang lalu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Aceh mengadakan
Diskusi Publik tentang Advokasi dan Sosialisasi Penyediaan Fasilitas Publik
Responsif Gender dan Ramah Anak dalam Bentuk Ruang Laktasi dan Tempat Penitipan
Anak (TPA) di Tempat Kerja. Patut diacungi jempol atas inisiatif Dinas tersebut mengadakan kegiatan ini,
memulai kembali membahas bersama hal yang sangat perlu saat ini.
Wacana
tentang penyediaan ruang laktasi bukanlah hal yang baru. Hal tersebut sudah diatur
sejak tahun 2009. Akan tetapi pelaksanaannya yang sama sekali belum memadai,
khususnya di Aceh. Menurut pengamatan penulis, ada beberapa kantor yang sudah
menyediakan ruang laktasi akan tetapi letak ruangan yang tidak sesuai standar
juga fasilitas yang terdapat di dalamnya sama sekali tidak memenuhi syarat
malah terkesan seperti ‘gudang kebersihan” yang berarti dijadikan ruang
penyimpanan sapu, kain pel dan sebagainya. Juga terdapat ruang laktasi di
instansi publik pelayan masyarakat akan tetapi ruangannya dalam keadaan selalu
terkunci. Dan sebagian besar kantor malah tidak memilikinya sama sekali. Apalah
lagi di berbagai tempat umum seperti terminal, pusat perbelanjaan, tempat
wisata, hotel, gedung kegiatan. Miris!
Senin, 24 Juli 2017

BAHAYA KABUT ASAP BAGI KESEHATAN ANAK
Sejak
beberapa bulan ini Aceh sedang dilanda musim kemarau. Menurut Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sejumlah wilayah di
Provinsi Aceh memasuki puncak musim kemarau dengan suhu rata-rata 35 derajat
Celsius. Terutama di dataran rendah pesisir Timur dan Barat suhu mencapai 35,8
derajat. Wilayah kabupaten/kota dataran rendah bagian Timur di Aceh meliputi Banda
Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Jaya, Lhokseumawe dan Aceh Tamiang.
Sedangkan wilayah dataran rendah pada bagian Barat di Aceh seperti Tapak Tuan,
Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya dan Aceh Singkil. BMKG memperkirakan puncak
musim kemarau terjadi selama hampir dua bulan ke depan atau terhitung mulai
Agustus hingga September tahun ini.
Sabtu, 10 Juni 2017

Puasa dan Kesehatan Anak
Ibadah
puasa bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang perintah
pelaksanaannya terdapat dalam AL Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya
“ Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Sebagai muslim,
kita menyadari dan meyakini puasa sebagai salah satu ibadah utama yang
kedatangannya selalu kita nantikan. Adapun syarat wajib yang harus dipenuhi
bila seseorang yang akan berpuasa adalah Islam, baligh (cukup umur), berakal,
suci dari haid dan nifas bagi perempuan, berada di kampungnya (tidak wajib bagi
musafir), dan sanggup berpuasa (tidak wajib atas orang yang lemah dan
sakit). Bagaimana dengan anak anak?
Langganan:
Postingan (Atom)
