ummihirzi@gmail.com

ummihirzi@gmail.com
Isi blog ini adalah makalah yang pernah saya buat dan presentasikan di IKA FK Unand, juga artikel kesehatan yang sudah dimuat di kolom Opini Media Lokal/Regional.

Mengenai Saya

Foto saya
Lahir di Bireuen, Aceh, tanggal 05 September 1977. Alumni FK Universitas Syiah Kuala Aceh. Dan telah memperoleh gelar Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Aktif sebagai pengurus IDAI Aceh, IDI Aceh Besar, Anggota Komunitas Rhesus Negatif Aceh dan sebagai Konselor Menyusui juga Ketua Aceh Peduli ASI (APA)...

Minggu, 21 Juli 2019

Demam pada Anak, Kapan Mesti dibawa Berobat?

Demam merupakan keluhan yang paling sering membuat orang tua membawa anaknya ke dokter atau pusat layanan kesehatan. Banyak orang tua yang menjadi panik apabila buah hatinya mengalami gejala demam tiba tiba. Bagaimana sebenarnya proses terjadinya demam tersebut? Apakah setiap demam mesti segera diobati? Apakah tingginya demam menunjukkan keparahan sakit seorang anak? Banyak pertanyaan semisal demikian yang berkecamuk di kepala para orang tua. Semoga bahasan berikut bisa memberikan sedikit pencerahan.

Sabtu, 18 Mei 2019

“Nasib Sedih” Penderita Difteri


Bulan April 2019 kemarin kita dikejutkan lagi dengan berita di media massa bahwa kembali ada penderita difteri di salah satu kabupaten di Aceh. Si anak didiagnosis dengan penyakit difteri dan harus menjalani perawatan selama dua minggu. Dari hasil pemeriksaan swab (apusan) tenggorok ditemukan hasil positif difteri. Dan ternyata dengan riwayat imunisasi tidak ada sama sekali. Lagi lagi kejadian ini membuat sedih, ya sangat sedih. Penyakit yang seharusnya bisa kita cegah dengan imunisasi tapi masih saja terjadi dan terjadi lagi di nanggroe tersayang ini.

Selasa, 09 April 2019

Aksi Filantropis Para Penyintas Bencana

Ikut serta berpartisipasi sebagai relawan di setiap lokasi bencana sepertinya sudah menjadi “candu” buat saya. Selalu ingin segera hadir memberikan bantuan kepada para penyintas bencana tersebut, setidaknya memberikan bantuan tenaga sebagai tenaga medis yaitu dokter spesialis anak. Saya mulai tergabung dengan Satgas Bencana Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) sebagai relawan yaitu dimulai saat terjadi gempa di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Agustus 2018.

Minggu, 24 Maret 2019

Mengenal Epilepsi


Setiap tanggal 26 Maret, dunia memperingati Purple Day yakni sebuah gerakan global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai epilepsi.. Tujuan peringatan ini setiap tahunnya adalah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang penyakit epilepsi, dan bahwa epilepsi bukanlah suatu aib bagi keluarga. Bukan merupakan penyakit menular ataupun suatu kutukan bagi si pasien dan keluarganya. Epilepsi dalam bahasa awam sering disebut penyakit ayan, sawan atau gila babi. Banyak yang menganggap epilepsi adalah penyakit keturunan bahkan menular dengan bentuk serangan kejang kaku kelojotan disertai keluarnya buih dari mulut. Padahal, tidak semua serangan epilepsi bermanifestasi dalam bentuk kejang.

Sabtu, 23 Maret 2019

Kapan Aceh Bebas TB?


Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia di antara penyakit menular lainnya.  Sumber data di WHO dan  website Kementerian Kesehatan, bahwa di dunia, TBC merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius. Setiap harinya hampir 4500 orang meninggal karena TBC dan hampir 30.000 orang yang jatuh sakit dengan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan diobati ini. Pada tahun 2017, TBC ini menyebabkan kematian sekitar 1,3 juta orang di antara orang dengan HIV negatif, dan sekitar 300.000 kematian pada penderita HIV positif.  Diperkirakan terdapat 10 juta kasus baru yang setara dengan 133 kasus per 100.000 penduduk.

Minggu, 17 Maret 2019

ASI, Fondasi Kehidupan


Pemberian ASI atau menyusui merupakan bagian dari pemenuhan nutrisi, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Terkait dengan issu ketahanan pangan, maka pemberian ASI kepada bayi merupakan aspek penting yang perlu diperkirakan dalam issu ketahanan pangan karena karena selain ekonomis, ASI merupakan sumber pangan yang alami, sangat praktis, dan selalu tersedia setiap saat dibutuhkan dengan suhu yang sesuai dan berkesinambungan demi masa depan generasi kita.

Sabtu, 02 Maret 2019

Telan Sendiri Asap Rokokmu, Bro!!

Rokok masih menjadi permasalahan di Indonesia. Konsumsi rokok masih sangat tinggi. Data menunjukkan bahwa konsumsi tembakau meningkat dengan pesat dalam 30 tahun terakhir. Hal tersebut disinyalir berkaitan dengan tingginya angka pertumbuhan penduduk, harga rokok yang relatih murah, adanya pemasaran yang secara leluasa beredar di masyarakat dan kurangnya pengetahuan akan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok atau tembakau.

Sabtu, 09 Februari 2019

Deteksi Dini PJB pada Anak


Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan bawaan yang paling sering terjadi pada bayi dan anak bila dibandingkan dengan kelainan bawaan lainnya yang berupa kelainan bawaan paru, saluran cerna, anggota gerak dan sebagainya. Masyarakat  awam sering menyebutnya dengan istilah jantung bocor. Penyakit ini dibawa sejak dari lahir dimana ditemukan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung yang terjadi akibat gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin di dalam kandungan.

Minggu, 27 Januari 2019

Kejang Demam pada Anak, Bahayakah?


Kejang demam merupakan suatu kondisi yang sangat ditakutkan terjadi oleh sebagian besar orang tua. Dengan asumsi bahwa semakin tinggi demam akan berpotensi terjadi kejang, maka orang tuapun akan semakin khawatir apabila anaknya mengalami demam tinggi. Yang terbayang bahwa anaknya dengan demam tinggi maka sebentar lagi bisa terjadi kejang. Apakah pendapat demikian benar adanya? Sudah tepatkah penanganan yang dilakukan selama ini di rumah?

Sabtu, 26 Januari 2019

Stuntingkah Anak Anak Kita?

Setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Tahun 2019 ini menjadi peringatan yang ke-59 dengan tema “Membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi”. Gizi masih menjadi masalah bagi anak di Indonesia termasuk juga di Aceh. Saat ini sekitar 8 juta anak mengalami kondisi pertumbuhan yang tidak  maksimal. Data masalah gizi balita yang secara umum menunjukkan terdapat peningkatan angka stunting. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat bila angkanya melebihi 20%. Berdasarkan data dari Kemenkes RI yaitu Pemantauan Status Gizi, angka stunting di tahun 2015 yaitu 29 %, tahun 2016 yaitu 27,5% dan tahun 2017 sebanyak 29,6%.

Sabtu, 05 Januari 2019

Aceh Lumbung Difteri

Apakah kita semua masyarakat Aceh masih ingat dengan difteri? Sudah pahamkah dengan penyakit mematikan tersebut? Aceh, daerah tempat tinggal kita ini dilanda wabah penyakit difteri sejak tahun 2012. Puncak kasus yang sangat banyak mulai ada di tahun 2017 dan pada saat itu kita sudah melakukan ORI (Outbreak Response Immunization) yaitu suatu respon pemberian imunisasi massal saat terjadinya wabah. ORI tersebut yang dilakukan sebanyak 3x di wilayah provinsi Aceh yang ditemukan kasus difteri. Pada saat tersebut selama beberapa bulan difteri menjadi trending topic di media massa termasuk media cetak. Kepanikan juga terasa (terjadi). Yang sebelumnya banyak para orang tua yang tidak mengimunisasi anaknya karena ragu (akibat berbagai isu yang tidak bertanggung jawab) atau tidak sempat karena kesibukan, akhirnya membawa anaknya untuk imunisasi.

Minggu, 16 Desember 2018

Waspada Demam Berdarah


Saat ini Indonesia memasuki musim hujan. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) biasanya akan mengalami peningkatan drastis dan hampir setiap tahun DBD menyebabkan epidemi pada musim hujan. Kenapa demikian? Karena pada musim hujan, populasi nyamuk Aedes Aegypti (nyamuk yang menjadi perantara virus dengue penyebab DBD) meningkat karena banyaknya tempat untuk berinduknya nyamuk tersebut sehingga semakin mudah berkembang biak. Tempat yang berbentuk seperti wadah yang tergenang hujan bisa berupa selokan, saluran air di halaman rumah, pot bunga, ember, wadah plastik bekas, bekas ban mobil bisa menjadi tempat yang disukai oleh nyamuk tersebut untuk tinggal dan berkembang biak. Nyamuk ini sangat dekat dengan manusia di segala aktivitas kegiatan manusia. Baik itu di rumah, tempat kerja, sekolah, pasar dan di berbagai tempat yang lain.

Tertarik dengan kegiatan dan layanan informasi yang kami berikan?
Anda dapat memperoleh informasi terbaru melalui email.